Benarkah cinta itu buta ??
Mengapa Cinta itu Buta Menurut penelitian seorang profesor neuroestetika dari University College London, ketika jatuh cinta, beberapa area otak yang berfungsi membentuk rasa takut akan dinonaktifkan . Akibatnya, Anda merasa baik-baik saja saat berdekatan dengan dia—bahkan meskipun ia seorang penjahat! Jika sudah di tahap yang lebih ‘parah’, Anda juga tidak akan menyadari jika sudah disakiti; misalnya si dia hobi selingkuh. Efek cinta buta yang paling menyebalkan adalah Anda akan kebal terhadap saran atau kritikan yang menjelek-jelekkan dia. Pasalnya, otak bagian depan yang bertugas melakukan penilaian akan tertutup. Pengaruh hormon vasopressin juga cukup besar ketika jatuh cinta . Saat hubungan sudah terjalin lama, Anda akan semakin sulit melepaskan diri dari pasangan karena hormon vasopressin memicu munculnya perasaan ingin selalu menjaga dan melakukan yang terbaik bagi pasangan. Pantas saja jika Agnez Mo bilang kalau cinta memang tak ada logik...